Menelaah maksud orasi terbuka Presiden Jokowi di Kampus IPB Dramaga, Bogor

6:18 AM


Ada hal yang menarik telah terjadi di kampus Drama Bogor 3 hari yang lalu, Rabu 6 September 2017. Dalam perayaan Dies Natalis IPB ke-54, kampus hijau mendapat hadiah berupa hadirnya Presiden Jokowi untuk memberikan Orasi Ilmiah dalam sidang terbuka. Namun yang tak disangka memang, isi dari orasi beliau cukup membuat perhatian oleh civitas akademika IPB, mahasiswa bidang ilmu pertanian (agrokomplek), media, hingga masyarakat luas akhir-akhir ini. Sebenarnya apa si yang bapak Jokowi sampaikan dalam orasinya? Setidaknya 3 hal sebagai berikut:

1. Pangan, air dan energi beberapa tahun kedepan diprediksi akan menjadi rebutan dunia. Tanpa tanpa ketersediaan logistik, negara akan mudah dikalahkan. Kedepan bukan politik atau hukum lagi yang akan menjadi panglima tapi siapa yang memiliki pangan dia yang akan mengendalikan.

2. Banyaknya lulusan IPB yang bekerja di sektor Perbankan. Direksi dan manager-manager menengah di BUMN banyak lulusan IPB. Lalu yang jadi petani siapa?

3. Apresiasi presiden kepada IPB yang telah banyak melakukan pengembangan pada bidang pertanian. Terutama seperti bibit padi IPB-3S yang mampu lebih irit penyerapan air, tahan hama dan meningkatkan produksi beras.

4. Memotivasi mahasiswa dan lulusan IPB agar beralih dari budidaya pertanian saja, menjadi manajemen agribisnis, yakni mulai dari industri benih, pembuatan aplikasi-aplikasi pertanian dan pemanfaatan teknologi-teknologi modern baik dalam pra panen ataupun pengolahan pascapanen.

Dari empat poin utama diatas, yg banyak diperbincangkan tiga hari belakangan ini adalah poin nomor 2. Menurut hemat saya, dari petikan kata saat Bapak Jokowi berpidato adalah bahwa beliau "banyak menemukan lulusan IPB yang bekerja di perbankan" dan bukan bermaksud untuk menyampaikan "lebih banyak dari lulusan IPB yang kerja di perbankan daripada di sektor pertanian", ini yang harus dibedakan.

Dan kemudian mulailah bumbu2 media, dan balasan2 dari mahasiswa2 IPB membalas dengan komentar, tidak terkecuali kawan2 di lembaga eksekutif mahasiswa.

Tentu sebagai presiden, Bapak Jokowi berharap agar cita-citanya dibidang pertanian dibantu oleh kelompok intelektual pertanian, dan di sisi lain, IPB dari beberapa oknumnya ingin menunjukan bahwa kampusnya masih konsisten kok lulusannya mengembangkan bidang pertanian. Sebuah opposite yg sama2 bermaksud baik.

Namun, alih-alih agar memperoleh titik temu yg ideal, menurut saya hal yang lebih penting daripada bersiteru apakah lulusan IPB banyakan di sektor pertanian atau tidak adalah implementasi kita dalam membangun sektor pertanian itu sendiri. Terlebih, kita yang sedang diberikan kesempatan untuk menimba ilmu di bidang ini.

Tanpa maksud untuk menjatuhkan siapapun, tulisan sederhana ini saya tujukan untuk kawan-kawan sebidang rumpun ilmu agrokomplek, mari bersama-sama membangun pertanian yg lebih baik, pertanian berkelanjutan, pertanian yang berkeadilan dan pertanian yang berkemafaatan dari hulu hingga hilir. Mari terus berkarya, karena "persoalan pangan adalah persoalan hidup mati suatu bangsa" - Bung Karno.

Denpasar, 9 September 2017
IGM Teddy Pradana

----
sebelumnya tulisan ini saya buat di home line saya, dengan menyertakan beberapa potong video: https://timeline.line.me/post/_dZSV7kETXvsGsogECHJQlMzcunA1c7rQ9qbs3qI/1150496562905018872


You Might Also Like

0 comments

Terimakasih telah berkunjung. Semoga hari anda menyenangkan. Salam hangat,