Refleksi Matkul Pengemasan #1: 7 Jenis Kode Kemasan Plastik

10:54 PM

Kode, nama dan perbedaan penerapan kemasan plastik
Kemasan adalah bagian dari suatu produk yang kegunaan utamanya adalah untuk melindusi isi dari produk agar kualitas mutu dan manfaat produk tetap terjaga serta aman dikonsumsi sesuai dengan batas waktu keamanan produk yang di tetapkan. Sebenarnya kemasan memiliki beragam jenis, bentuk, warna yang disesuaikan dengan kebutuhan produsen yang akan mengkemas produknya.

Dari sekian banyak kemasan yang digunakan di pasaran, yang paling sering kita temui adalah kemasan yang berbahan dasar plastik. Kemudian kertas yang biasanya digunakan sebagai pengemas sekunder atau tersier. Namun di beberapa produk juga kerap menggunakan kombinasi bahan pengemas seperti steroform, ataupun aluminium foil. Eiitts, terkait jenis pengemas mungkin kita akan bahas pada kesempatan berikutnya, hari ini saya akan mencoba membahas mengenai kode-kode yang ada di kemasan produk, yang kadang kita suka bingung apa sih maksudnya ya. Oke silahkan menyimak ulasan saya dibawah ini.

“Refleksi Matkul Pengemasan #1:  7 Jenis Kode Kemasan Plastik


Pada kemasan yang terbuat dari plastik, biasanya ditemukan simbol atau logo daur ulang yang berbentuk segi tiga dengan kode-kode tertentu. Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization).

Simbol daur ulang (recycle) menunjukkan jenis bahan resin yang digunakan untuk membuat materi. Simbol ini dibentuk berdasar atas Sistem internasional koding plastik dan lazim digambarkan sebagai angka (dari 1 sampai 7) dilingkari dengan segitiga atau loop segitiga biasa (juga dikenal sebagai Mobius loop), dengan akronim dari bahan yang digunakan, tepat di bawah segitiga.

1.      PET atau PETE (Polyethylene Terephthalate)

Simbol dan contoh kemasan PET/PETE pada botol minum
PET adalah salah satu jenis plastik yang paling sering digunakan dalam produk makanan dan minuman. Karakteristik kemasan menggunakan PET yakni jernih/transparan/tembus pandang. Umumnya penggunaan PET ditemukan pada sebagian besar botol air mineral dan soft drink yang dapat digunakan untuk suhu dingin. Namun, PET tidak bisa digunakan untuk air panas atau hangat.

Selain itu, PET dimaksudkan untuk pengaplikasian penggunaan tunggal atau sekali pakai. Penggunaan berulang akan meningkatkan risiko pencucian dan pertumbuhan bakteri. Bila kemasan PET digunakan berulang secara terus menerus, akan dapat merubah ikatan polimer kemasan dan membentuk zat karsiogenik yang berbahaya bagi tubuh. Produk yang terbuat dari plastik PET sebaiknya dapat didaur ulang.

2.      HDPE (High-Density Polyethylene)

Simbol dan contoh kemasan HDPE pada botol personal care
HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat dan memiliki karakteristik yang lebih keras, berwarna lebih buram yang lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum dan lain-lain seperti botol sabun, lulur (personal care).

HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Walaupun begitu, kemasan HDPE ini juga direkomendasikan untuk pengunaan sekali pakai, karena bila digunakan secara berulang, kemasan HDPE dapat melepas senyawa antimoni trioksida yang terus meningkat seiring waktu penggunaan.

3.      PVC atau V (Polyvinyl Chloride)
Simbol dan contoh kemasan PVC/V pada botol alat pembersih dan campuran pembungkus kabel
V atau PVC  adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Biasanya PVC digunakan untuk mengganti PET. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan

Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain (bukan bertanda 3 dan V) seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahkan bahan yang alami seperti daun pisang misalnya.

4.      LDPE (Low-Density Polyethylene)
Simbol dan contoh kemasan LDPE pada botol minuman (dengan tekstur yang lembek)
LDPE biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan (kresek), dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode 4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan kode 4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5.      PP (Polypropylene)
simbol dan contoh kemasan PP pada pipet dan kemasan makanan
PP adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristiknya adalah transparan, tidak jernih atau berawan, dan cukup mengkilap. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi.

Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan plastik terbaik sebagai kemasan, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

6.      PS (Polystyrene)
Simbol dan contoh kemasan PS pada tempat minuman yang kita akrab dengan styrofoam
PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini dihindari pemakaiannya dan di beberapa negara telah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam.

7.      Other - Plastik Lainnya

Simbol dan contoh kemasan OTHER pada alat-alat rumah tangga
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan other. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu: SAN styrene acrylonitrile, ABS acrylonitrile butadiene styrene, PC polycarbonate, dan Nylon. Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.

SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Merupakan salah satu bahan plastik yang baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.

PC atau nama Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. PC Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Jadi bila simbol other (7) ada pada kemasan kita masih perlu berhati-hati terutama bila kemasan itu berasal dari PC yang berbahaya bagi kesehatan.


-------
Sumber Refrensi:


You Might Also Like

0 comments

Terimakasih telah berkunjung. Semoga hari anda menyenangkan. Salam hangat,