Mari Migrasi "4 Sehat 5 Sempurna" ke "Pedoman Gizi Seimbang"

5:34 AM

Ucapan Selamat hari Gizi dan Makanan, 25 Januari 2016
Hai selamat malam pembaca, selamat hari Senin di penghujung bulan Januari 2016 ini. Hari Senin kali ini tentu ada hal yang berbeda, karena udah pada tau belum tanggal 25 Januari setiap tahunnya itu diperingati sebagai hari apa ? Mungkin, tak banyak dari kita yang tau ya bahwa hari ini diperingati sebagai Hari Gizi dan Makanan Nasional.


Ya, sebagaimana kita tahu sebagai makhluk hidup tentu kita tak bisa lepas dari makanan. Makanan yang kita makan pun tidak sembarangan, melainkan akan lebih baik jika yang bergizi. Selain untuk menunjang keberlangsungan hidup, makanan ber-gizi-pun berguna sebagai penunjang kesehatan dan dapat juga berpengaruh pada perkembangan organ vital terutama pada masa kehamilan. Nah karena hari ini adalah spesial gizi dan makanan, saya akan membahas beberapa hal terkait hal ini.


Bagaimana Sih Sejarah Hari Gizi Nasional Itu?


Menurut Pedoman Hari Gizi Nasional, Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh LMR (Lembaga Makanan Rakyat) pada pertengahan tahun 1960-an, dan dilanjutkan oleh Direktorat Gizi pada tahun 1970-an hingga sekarang. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan tanggal 26 Januari 1951. Sejak saat itu pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Di kemudian hari disepakati bahwa hari gizi nasional ditetapkan menjadi tanggal 25 Januari. Pentingkah Hari Gizi Nasional itu ada? Adalah almarhum Prof. Poorwo Soedarmo, Bapak Gizi Indonesia, sejak awal kemerdekaan tahun 1950 yang sudah mulai merintis tentang pentingnya gizi. Saat itu beliau diangkat oleh Menteri Kesehatan, almarhum dokter J Leimena, untuk mengepalai Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Waktu itu lebih dikenal sebagai Instituut voor Volksvoeding (IVV) yang merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan yang dikenal sebagai Lembaga Eijckman.
Almarhum Prof. Poorwo Soedarmo, dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia.

Tahukah Kalian Bahwa 4 Sehat 5 Sempurna Kini Berganti Pedoman Gizi Seimbang?

Pedoman Gizi Seimbang sebenarnya telah diimplementasikan sejak tahun 1955 menggantikan slogan “4 Sehat 5 Sempurna”. Namun baru tahun 1990 kita mempunyai Pedoman Umum Gizi Seimbag (PUGS). Ya, meski Pedoman Gizi seimbang telah dikenalkan jauh-jauh hari namun ada kendala dalam mensosialisasikannya. Nah, pada tanggal 27 Januari 2014 disusunlah Pedoman Gizi Seimbang yang baru. Pesan-pesan PGS baru tersebut adalah : 
  1. Syukuri dan nikmati anekaragam makanan;
  2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan;
  3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi;
  4. Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok;
  5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak;
  6. Biasakan Sarapan;
  7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman;
  8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan;
  9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir;
  10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal.
Setelah melalui berbagai proses pertimbangan yang panjang, baru pada tahun 2009 slogan 4 sehat 5 sempurna berganti menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) yang secara resmi, PGS tercantum dalam Undang-Undang Kesehatan No. 36 tahun 2009. 

Slogan 'Basic four' diperbaharui menjadi "Nutrition Guide for Balance Diet" dengan simbol piramida.

Harapan sebagai Mahasiswa Pasca-panen Pertanian untuk Gizi dan Makanan Indonesia ?

Gizi mungkin tidak menjadi fokus utama saya karena sebenarnya ada jurusan ilmu gizi ataupun ilmu kesehatan masyarakat yang lebih konsern menghadapi si "manusia" sebagai aktor utama masalah gizi dan makanan ini. Namun juga menjadi hal yang tidak bisa di pisahkan bahwa objek makanan itu sendiri adalah hasil-hasil dari pengolahan kita, si "makanan". Ya, jurusan pasca-panen pertanian meliputi teknik pertanian, ilmu dan teknologi pangan dan teknologi industri pertanian. Pascapanen pertanian yang dimaksud tidaklah hanya berkutat pada padi, namun seluruh hasil pertanian dalam artian luas meliputi hasil ladang, laut, ternak dan perikanan.

Sebagai mahasiswa teknologi industrii pertanian harapan saya kedepan adalah bisa segera menyelesaikan skripsi dan lulus, dapet kerja, dapet jodoh dan menikah. Namun tentunya ga sesimpel itu ya sob, sebenernya ada tanggung jawab moral untuk ikut serta menyehatkan masyarakat Indonesia melalui pengetahuan akan pangan atau makanan. Seperti yang kita ketahui bersama, gizi dapat menjadi bentuk preventif dalam kesehatan, yakni jika kita memakan makanan yang bergizi tentu penyakitpun bisa diatasi. Terlebih penyakit yang sering dialami masyarakat di zaman ini adalah penyakit terkait dengan perilaku atau gaya hidup dan pola makan yang kurang baik, sehingga menyebabkan penyakit seperti obesitas, hipertensi dan diabetes melitus.

Kedepannya semoga makin banyak masyarakat yang sadar akan kebutuhan gizinya masing-masing. Pedoman lama 4 Sehat 5 Sempurna semoga dapat dimantapkan menjadi Pedoman Gizi Seimbang bagi setiap insan dipenjuru Indonesia kini. Karena menurut laporan riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 terungkap bahwa hanya separuh anak Indonesia yang berstatus gizi normal dan sisanya mengalami kurus, pendek, gemuk dan anemia, baik pada usia balita maupun usia sekolah akibat kekurangan dan kelebihan gizi dan tentunya akan mempengaruhi kualitas dan daya saing sumber daya manusia anak bangsa di masa yang akan datang.

Senada dengan penelitian tersebut Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB Bogor itu menjelaskan, data Riskesdas 2013 juga mencatat prevalensi anak balita Indonesia yang mengalami gizi kurang, pendek, dan gemuk berturut-turut adalah 19.6%, 37.2%, dan 11.9%. Sedangkan pada anak usia sekolah (5-12 tahun) prevalensi anak yang mengalami kurus, pendek dan gemuk berturut-turut adalah 11.2%, 30.7%, dan 18.8%. Selain itu 26.1% penduduk Indonesia tergolong aktivitas fisik kurang aktif dan juga terdapat pula masalah kekurangan vitamin dan mineral. Sekitar 37% ibu hamil, 28.1% anak balita dan 26.4% anak usia sekolah mengalami anemia.

Nah, tentu bisa ditentukan kan dimana sesungguhnya posisi masyarakat kita ?

Terakhir, Mengutip perkataan Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Prof. Hardinsyah yang menyatakan dukungannya dalam kampanye ini, saya juga ingin turut serta menulis di blog dan berbagi sebagai upaya untuk turut meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang juga bertujuan memberikan edukasi mengenai gizi seimbang dan mensosialisasikan pesan-pesan gizi kepada masyarakat luas.
Semoga Kedepan akan terbentuk "manusia" bergizi dan "makanan" yang berkualitas.
Mari terapkan Pedoman Gizi Seimbang !

Salam.

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih telah berkunjung. Semoga hari anda menyenangkan. Salam hangat,