Terimakasih Sosmaslindup BEM PM UNUD, Terimakasih 6 staff super !

11:28 PM



Tidak terasa setahun sudah pengabdian kepada Universitas tercinta, Udayana. Setahun yang penuh senang, susah dan pengalaman yang terbalut karya nyata tentang sebuah pergerakan, ya! pergerakan mahasiswa. Menjadi wakil mentri selama setahun menurut saya adalah pengalaman yang tidak terlupakan. Pengalaman yang datang setahun yang lalu, di bulan januari 2015. Tiko, sahabat saya ketika mengikuti pelatihan pemimpin muda udayana angkatan ke 2 yang kala itu ia datang membawa tawaran. Datang ke kosan saya di daerah Melati, ia meminta saya untuk membantunya di pemerintahan BEM PM Udayana kabinet Udayana Inspiratif. Menyampaikan maksud untuk membangun udayana dengan gerakan sosial dan lingkungan akhirnya saya meng-iya-kan untuk berkerjasama dalam Kementrian Sosial Masyarakat dan Lingkungan Hidup. Hari pun berganti hingga tiba saatnya open rucuitment BEM PM UNUD dibuka, dilakukan beberapa tahap seleksi seperti administrasi, wawancara dan akhir tahap penentuan akhir. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan kita memilih 6 staff yakni Ami, Inten, Fitri, Komang, Tika, dan Arofi. Kesempatan hari ini saya ingin mengucapkan trimakasih satu persatu kepada rekan kerja saya ini.

Muhammad Fatikhul Aziz (Tiko)


Pertama kali pertemuan kita adalah di PMU angkatan ke 2 ketika pemerintahan kak Dewangga-Adit Lazu, kabinet BEM PM Udayana bersinergi. Pelatihan yang diisi beberapa sesi membuat kita sangat dekat satu sama lain, termasuk saya dan Tiko. Pada akhir pelatihan kita masing-masing membuat komitmen, Tiko memilih ke Universitas dan saya memilih ke Jurusan dan Fakultas. Ketika itu yang saya ingat juga Tiko mengajukan diri sebagai ketua kelompok dalam PMU 2 untuk menjaga hubungan antar peserta PMU 2.

Di tahun pertama Tiko sebagai staff Kementrian Pendidikan, saya ingat ketika diminta bantuan jadi perlengakapan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional. Tak banyak membantu saya rasa kala itu, saya hanya mencoba dapat melakukan yang terbaik yang saya bisa. Terakhir kita terlibat dalam menyukseskan kandidat calon Clara-Padma (Presbem/Wapresmabem Udayana 2015) dalam sidang pra perhitungan suara Pemira Udayana 2014/2015. Asik, seru, deg-deg an saat anak teknologi pertanian seperti saya bersama Tiko yang merupakan anak ekonomi harus bergulat dengan pasal-pasal hukum terkait indikasi kecurangan pemilu raya.

Sosok Tiko bagi saya adalah seorang teman, sahabat dan keluarga. Kehidupannya yang sangat sederhana dan sangat menyatu dengan alam terkadang membuat saya sangat iri. Saya banyak belajar tentang filosofi hidup dari Tiko, karena saya merasa apa yang Tiko pikirkan berbeda dari kebanyakan orang, termasuk saya. Walau sebagai menteri kala itu, saya sangat merasa sekat karena jabatan itu. Banyak ide-ide yang saya lontarkan mampu ditangkap dan kita eksekusi bersama. Bila saya lebih condong ke konseptor, Tiko melengkapi dengan teknis yang cepat dan dapat diandalkan. Ketika kita menjabat, saya lebih banyak memikirkan bagaimana konsep perayaan hari bumi, bagaimana perayaan hari lingkungan hidup, hari pohon (atau yang lain), kerjasama dengan komunitas atau propaganda aksi lewat media sosial. Nah kalo Tiko orangnya langsung action, teknis di lapangan bagaimana baiknya, dialah jagonya. Orangnya tanpa bacot, langsung kerja dengan siapa saja yang mau bekerja sama. Yang paling kentara hasil karyanya adalah adanya kebun Udayana (Udayana Berkebun) di areal belakang asrama mahasiswa Bukit Jimbaran, serta Rumah Bank Sampah.  Dikala senggang kita banyak bercerita tentang budaya, agama selain tentunya pendidikan dan lingkungan. Intinya ketika melihat sosok ini, saya selalu merasa ingin bersyukur.

Ni Made Inten Kusuma Dewi (Inten)



Inten adalah adik kelas saya waktu SMA. Ya, kita dahulu satu almamater, SMASTA. Namun, walau kita satu almamater, saya sebenarnya sangat jarang bertemu dengannya apalagi tau lebih dalam tentangnya ketika masa putih abu ini. Saat SMA, namanya mencuat ketika ada permasalahaan terkait Redaksi Majalah Tegar, majalah sekolah di SMASTA. Saya sebagai ketua kelompok KIR (sekarang STAFICERS) waktu itu tentu juga memerhatikan ekstra yang lain. Ternyata ada oknum yang tak suka dengan susunan redaksi yang disusun pembimbing dan Inten, yang saat itu dipilih menjadi Koordinator (Co.) Ekstra Jurnalistik. Ya begitulah kira-kira yang saya kenal dia ketika SMA.

Saat kuliah, tak disangka Inten ternyata memilih fakultas yang sama dengan saya, namun dengan jurusan yang berbeda yakni ilmu dan teknologi pangan. Mulai saat itu kita berbicara lebih intens, dan akhirnya saya bertemu dengannya di meja wawancara masuk BEM PM Unud. Entah apa yang ada di pikirannya, dia memilih kementrian sosmaslindup, kementerian yang saya dan tiko emban. Dari hasil administrasi, wawancara akhirnya ia kita terima menjadi salah satu staff kemensosmaslindup.

Inten di mata saya adalah staff yang cager. Tapi bukan berarti staff yang lain gak cager ya. Saya merasa Inten dan saya memiliki kesamaan, yakni “demen tuyuh” dalam tanda petik. Ditengah statusnya menjadi staff kemensosmaslindup BEM PM Unud, dia juga aktif di berbagai kegiatan lain dengan membagi waktunya dengan baik. Sebut saja himpunan mahasiswa jurusan, fakultas, HFHL, FPMHD adalah beberapa kegiatan lain yang ia kerjakan. Walau sibuk, makhluk ini selalu bisa diandalkan ditiap kegiatan kementerian, undangan komunitas lingkungan ataupun yang lainnya. Oh ya, ada yang ikut transplantasi karang di serangan juni kemarin? Ketua kegiatannya Inten lo ! prok prok prok.

Arofi Gusman Maulana (Arofi)


Arofi adalah satu-satunya staff yang angkatannya sama dengan saya dan Tiko, 2013. Dahulu pernah terpikir kalau kita satu angkatan akan sulit untuk mengatur dan akan ternentuk sekat. Namun, sosok Arofi saya rasa tidak demikian. Ia mau menerima masukan dan perintah yang kita berikan untuk menyelesaikan tugas kementerian. Ya, walau kadang emang harus diakui, manusia ini sulit dihubungi, wkwkwk.

Saat masih menjabat sebagai staff kemensosmaslindup BEM PM Unud, Arofi kita percaya sebagai ketua peringatan hari bumi 2015. Acara pertama kementerian kita ini berhasil berjalan dengan sukses dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti aksi sosial, kampanye lingkungan ke SMA di Denpasar, lomba foto cinta lingkungan, bagi-bagi pohon dan terakhir konser Hari Bumi di Lapangan Puputan Badung. Walau akhirnya Arofi mendahuli masa jabatan karena mencalonkan diri sebagai Bupati (baca: ketua) Himabio FMIPA Unud, namun kinerjanya saat menjadi staff kemesosmaslindup sangat kita hargai.

Amilia Agustin (Ami)


Nah yang satu ini special. Karetnya dua. Wkwkwk. Ami adalah mahasiswi ekonomi, aslinya dari Bandung, kota yang adem dan nyaman itu. Saya bertemu Ami pertama kali di asrama Unud Bukit Jimbaran bersama Tiko dan juga Fitri. Pertemuan pertama kali ini sebenarnya digagas Tiko, ia ingin mengenalkan lebih awal kepada saya salah dua calon staff kementerian setelah menawari saya menjadi wakilnya.

Ami adalah orang yang sangat kreatif menurut saya.  Selain kreatif, ia juga saya ketahui mempunyai gerakan lingkungan di kota asalnya, Bandung. Saya juga mengetahui dan kagum karena Ami memiliki beberapa award di bidang lingkungan dan kadang saya merasa hanya butiran debu saat menjadi wakil menteri. Terakhir Ami menghiasi harian koran kompas bagian sosok, ya sosok penggiat lingkungan, apa lagi men. Saat menjabat di kemensosmaslindup, Ami bertanggung jawab terhadap Bank Sampah yang akhirnya diresmikan bersamaan dengan dibukanya kebun secara resmi kebun Udayana (Udayana Berkebun). Menjelang purna jabatan, setahu saya dia merintis usaha yang bertajuk “We Create”. Duh, so creative ! Sukses ya usahanya !

Fitri Indar (Fitri)


Fitri juga merupakan mahasiswa ekonomi. Setahu saya di beberapa kelas ia masuk kelas internasional. Selain aktif di kemensosmaslindup BEM PM Unud, Fitri juga aktif di Icon. Beberapa kali juga saya dengar pergi untuk lomba di bidang ekonomi. Sebenarnya saya merasakan Fitri dan Ami adalah staff yang sepaket. Datang berbarengan dan saling melengkapi.

Fitri juga aktif di kegiatan kementerian dan juga aktif membantu kementerian lain. Sebenarnya pada sosok yang satu ini saya merasa sangat bersalah. Karena ditengah ayahnya yang sakit, iya bekerja di nusa dua dan juga masih aktif di kegiatan kampus. Waktu dulu sempet ingin menengok ke tempat kerja namun akhirnya sampai kepengurusan saya tidak sempat untuk mengunjunginya :’). Fitri walau kadang lemot dan menyebalkan dapat diandalkan dalam kegiatan J

I Komang Sukarma (Komang)


Komang artinya anak ketiga. Ya pada akhirnya dia juga menjadi laki-laki ketiga setelah Tiko dan saya. Komang tinggal di salah satu asram di Gianyar.  Jadi untuk ke Kampus Sastra Nias, dia ngajag (pulang-pergi). Ntaps kan? Wkwk. Saya tau Komang saat menjadi panitia pelatihan PMU IV. Komang merupakan salah satu peserta yang aktif serta potensial. Dan saat kesempatan berkontribusi itu datang, ia memilih untuk bergabung dengan kemensosmaslindup BEM PM Unud.

Saat menjadi staff, komang banyak membantu hampir di setiap kegiatan kementerian. Kegiatan kampanye lingkungan ke SMA di Denpasar, aksi sosial ke jalan, penanaman terumbu karang dan aksi lainnya. Staff yang juga aktif di Teruna Teruni Bali ini ini pernah saya ajak untuk meminta bantuan ke jalan untuk aksi Riau Bernafas. Polos dan berusaha itulah sosok yang saya lihat darinya.

Tika Kristiana (Tika)


Tika berasal dari fakultas kedokteran. Bila biasanya hanya sedikit yang mau bergelut di Universitas dan bidang lingkungan, itu sepertinya tidak berlaku bagi Tika. Tika yang juga aktif di hmkm ternyata juga tergabung di kelompok mahasiswa peduli lingkungan (KMPL) FK Unud.

Tika juga sangat membantu di kegiatan kementerian dan juga kegiatan besar bem lainnya. Saat saya menjadi panitia Student Day, Tika juga kala itu membantu sebagai kesekretariatan. Walau ditengah kesibukan FK yang padet, Tika mampu menyelesaikan tugas yang diberikan. Tika dalam kesehariannya adalah periang. Begitulah kira-kira sosok Tika. Beberapa kali kita menemani saya dalam aksi, peringatan hari lingkungan, atau kegiatan lainnya. Oh ya Tik, kakak selalu inget kok kamu nganter ngecek terumbu karang yang telah kitab tanem bareng. Makasih ya !

=========================




Kira-kira itulah gambaran kawan-kawan seperjuangan selama setahun bersama di kemensosmaslindup BEM PM Unud. 3 Kata untuk kalian. Maaf. Tolong. Trimakasih. Maaf belum bisa menjadi sosok Wamen yang baik, yang kalian harapkan. Tolong pengalaman yang kalian dapat, kenangan yang kalian dapat, dapat menjadi penghubung kita dikemudian hari sebagai seorang teman dan sebagai keluarga. Dan terakhir terimakasih atas semua kebaikan kalian yang belum dapat saya balas satu persatu. Kalian Keren !

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih telah berkunjung. Semoga hari anda menyenangkan. Salam hangat,