Demokrasi: Benda mahal dalam lembaran Hijau Muda

4:56 PM

Tulisan ini saya persembahkan kepada ajik saya yang selalu mensupport segala jalan dari mimpi yang ingin saya wujudkan, juga biang dan ninik serta kakak saya. Tulisan ini saya juga berikan kepada sahabat-sahabat seperjuangan dalam jatuh bangun bersama. Temen-temen BEM PM, SlowFood Youth Network Bali, beberapa temen di BEM FP, temen di FTP baik kakak tingkat, sekelas dan atau adik kelas yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu, makasi banyak dukungannya.


Ananta Pramoedya Toer pernah berkata “Tulisan akan memumbuat kamu diingat oleh sejarah”, jadi semoga tulisan sederhana ini bisa memberikan gambaran bagi penurus, adik-adik di FTP. Bagi yang membaca dapat mengambil perspektif positif maupun negatif, tapi maksud saya disini adalah berbagi pengalaman saya mengenai birokrasi di fakultas kita tercinta, FTP. Di Akhir saya akan memberi tanggapan pribadi terhadap kejadian ini. Selamat membaca semoga hikmah positif dapat diambil.

------------------------------
Kronologi:

Tanggal 9/11 sore sepulang sekolah adik kelas menghapiri saya.
A: “Kak jadi nyalon?”
B: “Nyalon apa dik?”
A: “itu BEM FTP” (menunjuk pengumumanan yg ditempel)
B: “oh ini, ini udah lama ya dik?
A: “gatau sih kak, tapi setahu adik jumat ga ada ini ketempel”
B: “Oh gitu”
A: “Kakak daftar ya”
B: “Iya kakak pikirkan lagi. Nanti tergantung temen-temen juga dik”

Berikut pengumuman yang saya liat. Tertera pendaftaran 3-13 November 2015, tapi saya baru melihatnya hari ini, jadi tersisa sekitar 4 hari lagi sampai hari jumat.

Pengumuman Persyaratan Calon Ketua dan Calon Wakil BEM FTP yang ditempel di Gedung JA

Sesampai di kos, saya langsung chat Kak Clara selaku Presma BEM Udayana, saya mengirimkan foto pembukaan BEM FTP dan meminta penonaktifan saya selaku Wakil Mentri. Sangat beruntung, karena keesokannya adalah rapat Inti, Mentri dan Wamen, sidang penonaktifan bisa dilaksanakan segera dan sekretaris kabinet mengeluarkan surat tersebut pada tanggal 10. Tanggal 9 ini juga saya menelpon orangtua saya perihal pencalonan ini. Bersyukur Ajik, Biang dan Ninik merestui saya mengambil langkah ini.

Tanggal 10 dan 11 adalah hari selasa dan rabu, hari efektif untuk kuliah. Tentu banyak pikiran mengarah ke tugas dan materi kuliah, selain konsulidasi kampus bagaimana tangapan temen-temen terhadap pencalonan eksekutif ini dan mimpi mereka kedepan. Tanggal 12 saya harus pulang kampung karena ada melaspas bale dan rapat keluarga besar. Keesokannya tanggal 13 telah terjadwal juga untuk kunjungan Industri ke Yayasan Lengis Hijau di daerah Kargo. 4 Hari ini saya lewati dengan acara yang telah terjadwal. Walau mencoba menyelingi dengan bertemu teman-teman seperjuangan, namun belum menunjukan hasil yang efektif.

Hari jumat malam tanggal 13 itu saya mecoba menanyakan perihal pencalonan kepada calon yang telah ramai diperbincangkan. Informasi yang saya dapat, ia belum daftar dan pendaftaran diperpanjang sampai senin. Dalam chatnya ia mengatakan “kalau beneran kamu maju, ayok bareng-bareng meramaikan, bagusan dah gini kamu ga nutup nutupin maju, biar demokrasi”. Saya berpikir Oke saya maju, masih ada waktu sampai senin.

Sabtu tanggal 14 sesuai janji saya harus membantu mengkoordinir kegiatan Parum Param Udayana, Kegiatan Studi Kebudayaan skala Nasional yang dilaksanakan oleh BEM PM Udayana. Walau sudah tidak menjabat lagi, permintaan mengkoordinir adalah personal dari ketua panitia kepada saya karena terkait kajian budaya lingkungan yang diangkat tahun ini. Selepas kegiatan ini saya mengikuti kegiatan Community Day bersama teman-teman di Slow Food Youth Network Bali di kawasan Puputan Denpasar. Saya manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk meminta pertimbangan dan petuah mengenai apa yang harus dilakukan kedepan untuk FTP dengan sabahat-sabahat yang saya temui.
Pada intinya sabahat-sahabat yang mendukung saya untuk maju berpendapat bahwa “setidak-tidaknya ada proses demokrasi yang berlangsung di FTP. Bukan untuk keren-kerenan, tapi ini penting untuk meningkatkan pastisipasi aktif mahasiswa di FTP. Bila ia tidak merasa memilih pemimpin, mana mungkin ia merasa memiliki pemimpin tersebut dan bagaimana bisa ia digerakan kecuali dengan ancaman. Kalah menang urusan belakangan kamu harus mencoba dulu, terutama untuk menjalankan asas demokrasi

Salah seorang purna Ketua BEM FP menasehati saya “Sejak kakak memimpin FP sudah ada gagasan untuk memajukan agrokompleks, idemu membuat aliansi atau forum komunikasi itu memang sudah harus dilaksanakan segera, bagus misal kamu kepilih, ada Gusde di FP yang kamu bisa ajak kerjasama membangunnya diawal. Saat MEA sudah menyerang, masih aja bergelut dengan permasalahan lokal. Perbaikilah kampusmu Ted harusnya kita sudah bisa bersinergi bareng”.
Beberapa dasar yang berasal dari dukungan (eksternal) saya rasa cukup besar walau saya tau saya tidak memiliki banyak masa. Tapi saya senang dapat bersama orang-orang terbaik karena memiliki sikap kritis dan membangun. Namun alasan terbesar adalah dari internal diri saya sendiri. Saya memiliki mimpi akan FTP dan Agrokomplek secara luas. Selama 2 tahun saya kuliah mimpi itu saya tulis dan menunggu waktu untuk diwujudkan.

Tanggal 15 pada saat hari minggu, saya mengatakan pada diri saya. Saya harus ngobrol intensif dlu dengan seseorang yang sering saya ajak bertukar pikiran mengenai FTP. Akhirnya saya bisa bertemu, karena saya tahu, jadwal dia juga padat. Kita bertemu di D’jafu acara anak sastra jepang di Kertalangu. Walau sedikit ada something, ia mengatakan akan fokus untuk pers. 10 menit disini saya rasa sangat berarti dan akhirnya dapat membuat lega pikiran untuk membangun siasat.

Hari senin tanggal 16 pagi saya membangun siasat untuk mencari seseorang sebagai wakil. Orang yang tak asing, ia adalah Suarjana, anak Teknik Pertanian 2013 program kekhususan pasca panen. Saya mengajaknya berbicara tentang FTP kedepan dipagi hari sebelum kuliah, setelah itu saya tawarkan mendampingi saya sebagai calon wakil BEMFTP, ia menerimanya dengan alasan mendasar yang hampir sama. “Ayuk Ted, kapan lagi kita belajar proses yang bener, disini dah kita belajar biar proses demokrasinya berjalan bener, ga asal comot-comot. Setidaknya ada yang kita bicarakan nanti saat didepan mengenai mimpi FTP kedepan (debat kandidat). Kalau ga kepilih biar temen-temen kita yang terpilih mewujudkan” Akhirnya jam menunjukan saatnya jam pertama mata kuliah dimulai. Akhirnya perbincangan ditutup, kita bersalaman dan menuju kelas masing masing.

Saat itu jam pertama dikelas saya diajar oleh kajur, beliau meminta ijin untuk meninggalkan kelas lebih dahulu karena ada monev. Begitu juga suarjana, ia harusnya diajar oleh bapak PD3 namun bapaknya memilih tidak mengajar juga. Akhirnya waktu itu kita manfaatkan untuk meminta surat aktif perkuliahan dan kelakuan baik di kemahasiswaan FTP. Sesampainya disana, pegainya tidak ada dan kita tunggu sampai matakuliah kedua akan segera dimulai. Akhirnya kita menuju kelas masing-masing dan mengurus administrasi pencalonan ini pasca kuliah jam kedua. Istirahat siang akhirnya kita berjumpa dengan pegawai akademik, saya pun meminta form surat keterangan aktif perkuliahan dan keterangan kelakuan baik. Setelah form diisi data, kita menunggu lagi proses penanda tanganan karena dosen pegawai istirahat makan siang juga. Agar waktu tidak terbuang kita meminta form pendaftaran calon BEM FTP dan mengisinya sembari menunggu tanda tangan dan pengesahan surat keterangan aktif perkuliahan dan keterangan kelakuan baik. Akhirnya jam 12.45 kita membawa form pendaftaran calon ketua dan wakil BEM FTP, surat keterangan aktif perkuliahan dan keterangan kelakuan baik ke kak Aris (BLM) untuk mendaftarkan diri.

T: “Kak saya mau mendaftarkan diri”
A: “Udah lengkap ga berkasnya? Kalo udah lengkap baru kasi kakak, kakak tunggu sampai jam 2 harusnya hari ini sampai jam 1”
T: “Baik kak”

Sebelumnya saya sempet mendengar isu pedaftaran sampai jam 1, namun itu bagi saya adalah kabar burung, karena saya tidak mendapatkan informasi resmi dari panitia. Hitam diatas putih batas jam itupun saya tidak pernah lihat sampai saat ini. Terakhir info hanya pengumuman yang ditempel seperti foto diatas, harusnya kalau begitu kedua calon ketua wakil yang mendaftar hari senin gugur, walau calon yang lagi satu mengumpulkan lebih dahulu kan tetep di hari senin itu (lewat hari jumat). Tapi yah katanya terakhir jam 1, mungkin panitia yang memutuskan seperti itu. Tapi saya tidak pernah mendapatkan informasi resmi ini, mungkin sebagian besar anak FTP juga saya rasa demikian.
But, saya berusaha melengkapi semua berkas yang lain yakni sertifikat-sertifikat kelulusan pkkmb, student day, lkmm dan aktif organisasi yang well panitia dan kita sebenernya sama-sama tau saya dan wakil saya sudah lulus dan ada semuanya. Saya memfotokopi semua sertifikat yang sudah saya siapkan jauh hari. Namun, Suarjana saat itu harus mengikuti perkuliahan jam ketiga, saya mengiyakannya karena bagi saya akademik adalah pertanggungjawaban anak kepada orang tuanya. Saya beruntung karena jam ketiga diajar oleh Sekjur yang bapaknya berhalangan mengajar karena mengikuti monev. Saya akhirnya mengurus administrasi yang tersisa termasuk wakil saya dan akhirnya saya harus menunggu suarjana untuk meminta surat keterangan aktif organisasi dari HMJ jurusannya.
Sekedar membagi rasa, ketika mempersiapkan berkas yang belum sekitar jam 1 saya di telpon oleh kakak saya. Kakak ku menangis. “adik masuk rumah sakit, katanya pembuluh otaknya pecah, ia pingsan saat upacara, sekarang di Rs Kasih Ibu di Operasi” satu kalimat yang membuat pikiran pecah dan membuat berpacu harus menyelesaikan pencaloanan dengan segera dan meluncur kesana.
Balik ke pencalonan, Suarjana selesai kuliah kita sama-sama mencari surat aktif organisasi HMJ di kosan wakil ketua HMJ TEP. Setelah berkas lengkap kita meluncur ke gedung GA kanopi belakang. Jam kurang lebih pukul 3 sore, kita mengakui telat sekitar sejam dan GA sudah kosong baik dari panitia pemilu ataupun BLM. Seketika Suarjana menelpon kak Aris, beberapa ucap kata telepon mati. Selanjutnya saya yang menelpon yang inti pembicaraannya kira-kira seperti ini:

T: “Kak ini Teddy TIP13, mau kumpul berkasnya”
A: “loh kok baru ngumpul ?
T: “Iya kak ini berkas kita sudah selesai, kita kumpul dmna?”
A: “Kok hari terakhir baru daftar, itu kan misalnya saya ijinkan nanti yang lain nanti ngusul. Kalo berkasnya ada sekarang, besok saya mau rapatkan panitia dulu, apakah diterima atau tidak, karena ini sudah melewati batas waktu yang di tentukan. Kalo misalnya diterima ini akan merugikan calon yang sudah mendaftar. Bukannya ga nerima ya, tapi kita juga berusaha tegas menjalankan apa yang kita umumkan. Jadi kalo memang informasinya kok yang lain bisa tau? Trus dari tanggal 9 itu kan udah ada banyak waktu tu.
T: “Iya saya serahkan lagi ke panitia, tapi jujur informasinya sulit didapetnya kemarin. Itu tanggal 9 baru saya lihat yang ditempel”
A: “iya dari tanggal 9 kan ada seminggu, seminggu ga cukup? Kenapa masih telat juga?”
T: “Iya Mohon maaf kak”
A: “Iya kalau gitu besok saya rapatkan dulu. Bukannya gimana ya, karena ini sudah peraturan yang diputuskan bersama oleh panitia, besok akan dibicarakan. Kalau misalnya mereka dari pihak panitia dan BEM sendiri tegas menegakkan apa yang sudah diumumkan, jadi mohon maaf kita ga bisa terima. Kalo misal masih ada toleransi dari yang lain, berarti akan ada 2 calon dan kami akan mempersiapkan pemiranya. Karena ini juga jujur diundur, kami juga kesulitan karena minggu ini udah orasi tapi karena belum ada calon lain selain yang sudah mendaftar kemarin jadi kita jadinya ga bisa mengambil keputusan seperti itu, makanya diperpanjang sampai hari senin, tapi hari senin juga kayak belum lengkap gininya, nah itu, sedangkan kita juga dikejar deadline, kita juga ga ngurus ini aja, saya jujur masih ngurus ujian. Kalo misalnya kayak gitu bisa aja orang berpikir, ngurusnya aja udah ga becus gmana jadi ketua nanti. Saya gak mau mempermasalahkan atau apa, besok tolong ditunggu gimana keputusannya panitia beserta pengurus, apakah bisa ditolerir atau tidak. Ya gitu aja dulu”
T: “nggih-nggih kak”

(Cobak dibaca berulang biar maksud percakapannya sampai) 

Setelah menelpon ini, saya serahkan berkas ke Suarjana, dan meminta agar besok stand by di GA dari pagi seperti jam perkuliahan, dan saya pamit pergi ke rumah sakit.
Keesokan harinya saya masih dirumah sakit, saya tidak masuk kuliah. Suarjana sendiri mendatangi pihak panitia dan BLM membawa berkas yang sudah lengkap. Akhirnya satu demi satu orang datang dan sepertinya rapat akan dimulai. Suarjana menjauh dari lingkaran orang rapat dan menunggu keputusan, sebelumnya saya menghubunginya dari rumah sakit. Setelah beberapa waktu akhirnya diputuskan, kami digugurkan sebagai calon Ketua dan calon Wakil Ketua BEM FTP tahun ini. Selanjutnya Suarjana diajak menghadap PD3, disana disampaikan bahwa telah diputuskan bahwa kami di gugurkan dan hanya ada satu calon. Yang saya tau dari Suarjana, Pak PD3 mengapresiasi kita namun keputusan panitia tetap berjalan.
Hari Rabu tanggal 18 saya bertemu Suarjana di kampus, saling menatap dan bersalaman.

T: “Makasi war udah bantu sejauh ini. Maaf ya telat jadinya gini”
S: “Iya Ted, yang penting kita sudah berusaha. Kita juga ga sepenuhnya salah. Niat kita Baik, sama-sama untuk FTP. Ya sekarang kita kawal bersama aja gimana nanti jadinya”

(akhir cerita)
---------------------------------

Oke sekarang saya masuk kedalam tanggapan kejadian, ini opini saya pribadi. Ini bukan ngeles tapi inilah realita yang kita rasakan di lapangan. Saya juga menyelingi beberapa foto pelaksanaan pemilu yang hubungannya masih dekat dengan kita.

Akun resmi BEM FTP UGM memberikan kejelasan Pemira dengan Sosialisasi. UGM juga menerapkan Oprek Komisi Pemilu dan Badan Pengawasnya.
Pertama informasi pendaftaran saya rasa waktunya sangat mepet. Saya bilang informasinya ya bukan tanggal pendaftaran. Jujur saya kira bakalan ada sosialisasi dulu tentang pemilu nya, misalnya tentang jadwal-jadwalnya, peraturannya, juga syarat calonnya. Ditambah juga tidak adanya akun sentral pusat informasi mengenai pemilihan ini membuat informasi simpang siur terutama informasi perpanjangan sampai hari senin. Memang ada CP, namun seberapa efektifkah untuk menyebarkan informasi kepada mahasiswa FTP? Coba tanya secara acak anak FTP apakah tau tentang pemira ini? Saya yakin sebagian besar gak tau. Misal membuat Official Akun setral informasi akan lebih meniadakan hubungan personal antara panitia dan calon. Ini lo tentang FTP satu tahun kedepan, hal serius. Bisa pake paketan mahasiswa, wifi GA juga ada buat official pusat informasi itu (kalau mau).

Keputusan (legal standing) perubahan jadwal pemira Udayana tahun ini 2015. Di informasikan melalui akun sentral dan ada surat keputusan resmi.
Kedua perpanjangan sampai hari senin jam 1 itu siapa yang buat? Saya ga tau. Mungkin panitia. Tapi saya panitianya aja ga tau. Mungkin karena ga ada sosialisasi dan akun sentral informasi. Jadi (katanya) panitia yang memegang keputusan tertinggi. Yang saya tau ini prokernya BLM jadi saya anggep aja sama BLM sama panitia. Kita mengakui telat mengumpulkan berkas bila mengacu apa yang dikakan ketua BLM. Iya saya mendengar ketua BLM bilang terakhir jam 1 ketika senin, tapi hitam diatas putih, legal standing keputusannya saya ga lihat. Bisa aja kan kalau cuman omongan, calon yang ga diharapkan  dan yang diharapkan beda hasil keputusannya. Kalu melihat ketas pengumuman yang tertempel terakhir harusnya kedua calon gugur karena sama-sama ngumpulnya senin wkwk

Jadwal Pemira Universitas Udayana (versi revisi perpanjangan)
Ketiga, setahu saya biasanya proses pemira seperti pamplet diatas. Ada waktu pendaftaran, dan ada waktu verifikasi berkas calon. Saya jam 12.45 itu membawa form pendaftaran calon,  surat keterangan aktif perkuliahan dan keterangan kelakuan baik untuk daftar dulu dan segera saya lengkapi fotokopi berkas yang lain (sertifikat2) untuk verifikasi (Saya kira verifikasinya besoknya). Karena diminta untuk melengkapi semua baru daftar, kita bisanya sekitar jam 3. Misal daftarnya udah pas jam 12.45, trus setelah itu ada verifikasi berkas (mengecek dan melengkapi persyaratan yang diminta panitia) kita kumpul berkas yang belum jam 3, apakah telat juga namanya? Digugurin juga?
Misal-misal lagi nih ternyata pendaftaran dan verifikasi berkas itu jadi satu sampe jam 1 hari senin, berarti maut banget infonya secara oral aja dikasi tau.

Keempat, karena saya juga dikecam dari luar FTP saya harus berani katakan, bila hanya calon tunggal dan aklamasi dilakukan, itu akan mencederai proses demokrasi. Karena ini proker BLM yang paling nampak dan krusial, saya berani mengatakan BLM gagal dalam menghadirkan proses demokrasi berdasarkan asas-asas yang dianut. Saya juga mengatakan Latihan Kepemimpinan (LKMM 2013) gagal karena hanya ada calon tunggal.

------------------------------------------------------------
Ini blog saya. Ini Bukan media publik (massa), yang tidak suka dengan tulisan saya, sialakan renungi kembali, apakah itu benar adanya yang terjadi saat ini? Bila tidak sepemahaman, sialakn tulis di blok komentar dengan sopan. Saya nulis seperti ini bukan untuk diri saya sendiri, karena bila hanya untuk diri sendiri cukup ditulis dan ditaruh di draft blog. Lumayan memplongkan kepala. Namun ini untuk generasi yang memiliki cita, generasi yang berpikiran maju, generasi yang ingin berkarya namun (masih) dibatasi sekat-sekat, ya kamu generasi penerus FTP.

Saya ga gila jabatan. Sampai semester 5 ini saya ga pernah ngerasain yang namanya daftar-daftar kepanitiaan atau organisasi. Saya diajak. Dimintain tolong. Gede harapan saya ke FTP. Karena kamu mahasiswa, kamu harus kritis menanggapi dinamika yang terjadi sekecil apapun disekelilingmu. karena kamu agen of change, agen perubahan, rubahlah FTP kearah kemajuan di masa depan. Semoga FTP UNUD lebih baik (lagi) kedepannya.

“Om Anobradah Kratavoyantu visvatah”
Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru dan Tuhan selalu mengiringi setiap langkah perjuangan kita.

IGM Teddy Pradana
Agroindustri 13

You Might Also Like

1 comments

Terimakasih telah berkunjung. Semoga hari anda menyenangkan. Salam hangat,