Dirgahayu Indonesia dan Cita Rasa Piala Dunia

1:05 PM

Piala Dunia atau World Cup adalah event 4 tahunan yang katanya disaksikan lebih dari 700jt orang dari seluruh dunia. Tidak berlebihan pula, bila ajang ini dikatakan dapat mengungguli semua olimpiade yang ada di seluruh dunia, dalam hal pengaruhnya kepada khalayak banyak. Ya euforia untuk mendukung tim kesayangan sangat terasa dimana pun, tak terkecuali Indonesia. Walau sesungguhnya kita semua tau, Indonesia bukanlah salah datu kontestan kompetisi ini. Sedikit ironis.

Kali ini saya ingin bercerita tentang semaraknya perayaan piala dunia di tanah kelahiran saya, Bali salah satu pulau dari kepulauan Indonesia. Masih sangat  teringat kompetisi tahun lalu, Piala Dunia Brazil 2014. Setiap pemuda kala itu akan menunjukan tim yang ia pilih kepada kawan-kawannya. Sambil menyajikan hasil analisanya, mereka juga ingin mempengaruhi orang lain agar memiliki kepercayaan yang sama mendukung tim tersebut. Ya begitulah kira-kira, semangatnya merasuki sebagian besar insan, bukan cuma pemuda, namun juga anak-anak dan orang tua, mereka merasakan ikut terlibat.

Sekitar 3 bulan orang-orang sibuk membicarakan tentang kompetisi ini. Dari warung kopi, pasar rakyat hingga swalayan pencakar langit. Dari buruh tani, pedagang, juga kaum terpelajar siswa dan mahasiswa memperbincangkannya. Tak sedikit pula ada judi didalamnya. Mereka yang sangat bersemangat untuk itu menyatakan agar perjalanannya ini tidak hambar, jadi harus dibumbui. That Okey! Asal itu bukan uang untuk makan esok hari, bukan? Terkadang juga ta urung untuk meminjam uang untuk mendukung tim pilihannya, apalagi jikalau teman-teman di lingkungannya memiliki pendapat berbeda akan siapa yang menjadi pemenang piala dunia saat ini. Bendera-bendera timnas yang sedang bertanding di kibarkan tinggi-tinggi dan dengan ukuran yang sangat besar. Saya yang biasanya melintasi jalanan ibukota terpukau akan semangat dalam membuat lautan bendera ini. Menajubkan! Tetapi sedikit ada perasaan lucu juga melihat bendera belanda bisa berkibar besar dan lantang karena ada yang menjagokannya. Sedikit jadi teringat akan perjuangan dahulu, pada masa perjuangan kemerdekaan perobekan bendera belanda di hotel Yamato, Surabaya. (Salah satu pelajaran SD saya yang saya ingat).

Okey, karena sudah menyinggung perjuangan kemerdekaan, kita lanjut ke part selanjutnya, Perayaan Kemerdekaan.

70 tahun sudah Indonesia merdeka. Merdeka berarti bebas dari penjajahan dan bebas berekspresi untuk mengisi kemerdekaan ini. Bulan kemerdekaan jatuh pada bulan agustus, mengenang peng-proklamasi-an kemerdekaan dlu pada bulan agustus, tanggal 17. Sebagai bocah yang lahir pada masa suharto, hingga saat ini besar zaman jokowi dodo, banyak hal yang saya rasakan akan makna kemerdekaan yang kian berubah. Tidak ada lagi semangat heroik yang dimiliki kaula muda sebagaimana dahulu pejuang kita bersusah payah membuat negeri ini, hingga kita menyebutnya pahlawan. Perbincangam akan hari kemerdekaan hanya dilakukan segelintir orang. Dalam sebulan ini pun tidak penuh terasa perbincangan tentang bagaimana negeri ini merdeka, semisal bagaimana gusti ngurah rai dan perjuangannya, atau tentang idealisme tan malaka, itu tidak ada. Bilapun ada sebagian besar adalah acara seremonial, untuk menghabiskan anggaran yang sudah direnjakan saja, tidak ada semangat yang membara. Semua terasa tenggelam dalam arus "kekinian", semoga ini hanya menjadi pikiran dan perasaan saya saja. Dan sesungguhnya semua masih ingat akan perjuangan meraih kemerdekaan negeri ini. Ya semoga.

Ngomong-ngomong dimana semangat mengibarkan bendera-bendera besar dijalanan itu sebagaimana saat piala dunia dulu? Kok baru beberapa hari setelah 17-an jalanan sudah sepi?
Mungkin semangat itu jauh tidak lebih keren dibanding dengan menaikan bendera belanda saat piala dunia.

Tapi ingatlah kawan, kita adalah INDONESIA.

Dirgahayu 70 Tahun Negeriku Tercinta.
Ayo Kerja!

You Might Also Like

2 comments

Terimakasih telah berkunjung. Semoga hari anda menyenangkan. Salam hangat,