HUT ke-31 atau HUT ke-11? : Sebuah Sudut Pandang Melihat Sejarah Fakultas

6:18 PM


Pemotongan Tumpeng oleh Dekan FTP Unud, Dr. Ir. I Dewa Gde Mayun Permana, MS, dalam Upacara Peringatan HIT 31 FTP Unud di Halaman Gedung GA Kampus Unud Bukit Jimbaran, Rabu 1 Juli 2015. Doc: Panitia.
                “Jangan sekali kali melupakan sejarah” Jas Merah – Soekarno

Kiranya, memang betul apa yang dikatakan pendiri bangsa kita, Bung Karno, bahwa hendaknya kita jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sejarah adalah tentang perjalanan dimasa lalu, yang memuat kompleksitas rasa, ada rasa senang, sedih, amarah, bahagia, cinta, peduli, murka, damai dan lainnya. Tentu dengan mengingat dan memahami sebuah sejarah, kita akan dapat melihat dan ikut merasakan apa yang telah terjadi di masa itu, termasuk kesenangan dan kesedihannya. Dengan memahami apa yang terjadi di masa lalu, kita akan dapat berlaksana lebih bijak di suasana kekinian, tak terjatuh pada lubang yang sama dan memilah jalan menuju kearah lebih baik. Tentu, berbicara mengenai sejarah adalah berbicara mengenai masa lalu, dan sudah barang tentu semua hal di dunia ini memiliki sejarah perjalannya, tak terkecuali kampus hijau muda, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana (FTP Unud).

FTP Unud, sebuah fakultas yang bidang ilmunya terkait dengan manajemen dan pengolahan pasca panen pertanian (agrokomplek dalam artian luas) kini katanya akan memperingati hari jadinya, pada tanggal 1 Juli. Tentu ini adalah hal yang sangat mengembirakan bagi seluruh civitas akademika FTP Unud, sebuah perayaan hari ulang tahun (HUT). Eh, tapi bentar dahulu, sekarang ulang tahun keberapa ya? Sebuah pertanyaan singkat yang jawabannya dapat berakhir panjang bila dipikirkan mendalam. Sebagian besar tentu menjawab, 31 tahun dong, dengan mantapsz. Lalu, berarti kapan FTP lahir atau dibentuk? Cek cek cek, pake kalkulator 2015-31, dengan lebih mantapz menjawab 1984 sebagai tahun awal FTP berdiri. Tapi benarkah demikian? Tentu butuh lebih dari sekedar klik klik kalkulator. Saya rasa perlu menengok kembali dokumen dasar pendirian fakultas kita.

Oke, mari kita mejelajah mesin waktu, beberapa tahap kejadian penting yang secara kronologis saya urut sebagai berikut:

1. Tahun 1983
Berdasarkan surat keputusan/SK Rektor Universitas Udayana No. 485 /SK/PT.17/R.VII/83 tertanggal 16 Mei 1983 tentang rangka pembentukan Program Studi Teknologi Pertanian dan berdasarkan SK ini hanya bersifat koordinasi antara Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Dalam SK ini dipertegas tidak diperkenankan menerima mahasiswa baru dan hanya menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran berdasarkan kurikulum yang ada di kedua fakultas tersebut.

2. Tahun 1984
Berdasarkan Keputusan Senat Universitas Rektor mengeluarkan SK No. 617/PT. 17/PT.17/I .01.12/1984 tertanggal 1 Juli 1984 tentang pembentukan Program Studi Teknologi Pertanian Universitas Udayana yang merupakan Program Studi antar Fakultas di bawah Rektor setingkat fakultas-fakultas yang ada di bawah Rektor. Dengan keluarnya SK ini Program Studi Teknologi Pertanian (PSTP) mulai boleh menerima mahasiswa baru.

Selain itu, berkaitan itu, Rektor juga mengeluarkan SK Rektor No. 2950 /PT. 17/I.01.12/1984 tertanggal 30 Juli 1984 menugaskan Ir. W. Sudjatha sebagai Ketua PSTP, Ir. Kt. Buda, SU sebagai Pembantu Ketua I, Ir. I Gst Pt Jamasuta, SU sebagai Pembantu Ketua II dan Ir. I.B. Jaya Utama D. Sebagai Pembantu Ketua III.

Pada bulan Juli dalam tahun 1984 terbit pula SK dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdikbud RI No. 55/DIKTI/Kep/1984 tertanggal 31 Juli 1984 ditetapkan tentang jenis dan Program Studi di lingkungan Universitas Udayana. Berdasarkan SK ini PSTP secara administrasi berada di bawah jurusan Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian. SK ini sangat terlambat diterima oleh Universitas Udayana. Sedangkan PSTP sudah berjalan hampir satu setengah tahun. Oleh karena dalam pengelolaannya sudah berjalan dengan bagus dan animo mahasiswa serta staff tetap ingin agar keberadaan PSTP langsung di bawah Universitas Udayana sehingga Rektor memperbolehkan tetap melanjutkan seperti pada awalnya. Segala kegiatan proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh PSTP dipertanggung jawabkan kepada Rektor. Proses ini berlangsung sampai pada tahun 1987. Pada tahun 1985 di Universitas Udayana terjadi pergantian Rektor dari Prof. dr. Ida Bagus Oka diganti oleh Prof. dr. I G.N.P Adnyana. Pergantian ini membawa perubahan terhadap pengelolaan PSTP.

3. Tahun 1984 - 1992
Dalam kurun waktu 1984-1987 telah dilakukan usaha–usaha untuk meningkatkan status PSTP menjadi Fakultas Teknologi Pertanian. Tetapi Depdikbud mempunyai alasan tidak adanya biaya sehingga usaha yang telah dilakukan tidak berhasil.

Sehingga Rektor mengeluarkan SK No. 644/PT. 17H/I 2.1/I.16/1987 tertanggal 1 Juni 1987, tentang penetapan kembali kedudukan PSTP. Ditegaskan bahwa PSTP secara administrasi di bawah Fakultas Pertanian sesuai dengan SK DIKTI No. 55/DIKTI/Kep/1984. Berkaitan dengan SK Rektor tersebut ditugaskan Ir. Ida Bagus  Jaya  Utama D. sebagai Ketua PSTP dan Ir. I Gst Pt. Jamasuta, SU sebagai Sekretaris. Pada saat ini semua masalah administrasi dikelola oleh Fakultas Pertanian sedangkan proses belajar mengajar dikelola oleh PSTP. Masa jabatan pimpinan PSTP tersebut sampai pada tahun 1992.

4. Tahun 1992
Pada tahun ini dilakukan pemilihan pimpinan PSTP. Berdasarkan SK Rektor No. 2108/PT.17.H/II.2.3/C. 10.03/1992 tertanggal 1 September 1992 ditetapkan Prof. Ir. W. Sudjatha sebagai Ketua PSTP dan Ir. Gusti Ngurah Agung, SU sebagai Sekretaris.

Pada tahun 1992 ini Rektor mengeluarkan SK No. 114/PT. 17. H/I.2.1./I. 16/1992 tertanggal 3 Desember 1992 tentang Tim Pengkaji Persiapan Pembentukan Fakultas Teknologi Pertanian di Universitas Udayana.

5. Pada tahun 1993 - 1998
Pada tahun 1993 terjadi pergantian Rektor dan Rektor baru tetap mengusulkan ke DIKTI agar PSTP menjadi fakultas. Dengan terbitnya SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0311/U/1994 tentang kurikulum, batang dan cabang ilmu, Fakultas Teknologi Pertanian mengembangkan bidang ilmu sendiri yaitu ilmu teknologi pertanian.

Dalam rangka meningkatkan aktivitas PSTP, Rektor mengeluarkan SK No. 19/PT. 17.H/ II. 1.3/ F. HTL/1995 tertanggal 5 Maret 1995 yang menetapkan pemisahan pengelolaan PSTP dari Fakultas Pertanian.

Untuk pengelolaan PSTP ini Rektor menerbitkan SK No. 31/SK/PT. 17.H/H .23/C. 10. 03/1995 tertanggal 5 April 1995 menetapkan Prof. Ir. W. Sudjatha sebagai Ketua PSTP, Ir. Gst. Ngurah Agung, SU sebagai Pembantu Ketua I, Ir. I Gst Pt Jamasuta, SU sebagai Pembantu Ketua II dan Ir. GP Ganda Putra, MP sebagai Pembantu Ketua III.

6. Tahun 1998 - 2001
terjadi pergantian pimpinan PSTP dan Rektor mengeluarkan SK No. 31/J.14/KP.04.09/1998, tertanggal 18 Maret 1998 menunjuk Prof. Ir. W. Redi Aryanta, M.Sc, Ph.D sebagai Ketua PSTP, Ir. I.B.Gunadnya,MS  sebagai Pembantu Ketua I,  Ir. Dewa Gede Mayun Permana, MP. Sebagai Pembantu Ketua II dan Ir Nyoman Semadi Antara, MP. Sebagai Pembantu Ketua III. Dalam kurun waktu ini karena Pembantu Ketua III mengambil program studi S3 ke Jepang maka jabatan ini diganti oleh Ir. Made Supartha Utama, MP., Ph.D.

7. Tahun 2001 - 2005
Pada tahun 2001 bagian Teknologi Industri Pertanian diakui sebagai Program Studi Teknologi Industri Pertanian Berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 3956/D/T/2001 tertanggal 28 Desember 2001.

Pergantian jabatan Ketua PSTP atau Dekan diadakan setiap 3 tahun sekali maka pada tahun 2001 berdasarkan SK Rektor No 64/J 14/KP.02.23/2001 tertanggal 1 Agustus 2001 ditetapkan staff pimpinan PSTP yaitu  Drs. I Gusti Putu Tengah, Apt, M AppSc. Sebagai Ketua PSTP, Ir. GP. Ganda Putra, MP sebagai Pembantu Ketua I, Ir. Putu Timur Ina, MS sebagai Pembantu Ketua II dan Ir. I Gst. Ngr.Apriadi Aviantara, MT Sebagai Pembantu Ketua III. Oleh karena Pembantu Ketua I melanjutkan studi S3 di Universitas Brawijaya sehingga yang bersangkutan diganti oleh Ir. I Wayan Widia, MSIE.

Pada masa jabatan pimpinan ini dalam tahun 2004 Program Studi Teknologi Pertanian ditingktakan statusnya menjadi Fakultas Teknologi Pertanian atas pengetahuan DIKTI Rektor Universitas Udayana mengeluarkan SK No. 271.A/J14/PR. 01.10/2004 tertanggal 7 Oktober 2004.

Oleh karena PSTP menjadi Fakultas sehingga pejabat Ketua PSTP menjadi Dekan FTP demikian pula Pembantu Ketua I, II, dan III menjadi Pembantu Dekan I, Pembantu Dekan II, dan Pemantu Dekan III. Hal ini diperkuat dengan SK Rektor No. 164/J.14/KP. 02.18/2005 tertanggal 16 Juni 2005. Oleh karena adanya peraturan dari DIKTI bahwa masa jabatan Dekan dari 3 tahun menjadi 4 tahun sehingga pergantian jabatan Dekan berlangsung sampai pada tahun 2005.


Pada tahun 2005 bagian Teknik Pertanian diakui sebagai Program Studi Teknik Pertanian pada tanggal 28 April 2005 berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 2956/D/T/2005. Selain hal tersebut Rektor Universitas Udayana juga menerbitkan SK No. 160/J14/KP.02.18/2005 tertanggal 15 Juni 2005 tentang perubahan bagian menjadi jurusan sehingga terbentuk 3 jurusan yaitu Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Industri Pertanian dan Jurusan Teknik Pertanian.

-----
Dari data diatas kita dapat melihat bahwa bidang ilmu teknologi pertanian sudah diakui pada tanggal 1 Juli 1984 melalui  SK Rektor No. 617/PT. 17/PT.17/I .01.12/1984. (lihat poin nomer 2). Melalui SK tersebut teknologi pertanian yang kala itu masih ber-“wadah” Program Studi Teknologi Pertanian (PSTP) telah diakui sebagai program studi antar Fakultas (FKHP dan FP*) di bawah Rektor setingkat fakultas-fakultas yang ada di bawah Rektor. Karena pengakuan ini PSTP memiliki hak serupa dengan fakultas seperti dalam bidang akademik mulai boleh menerima mahasiswa baru dan ikut serta sebagai sebuah kontigen dalam kegiatan Dies Natalis Universitas (bidang kemahasiswaan). Pada tahun ini saya berpandangan Teknologi Pertanian, secara de facto telah ada di Universitas Udayana.

Kemudian pada 7 Oktober 2004, Dikjen Dikti mengeluarkan SK No. 271.A/J14/PR. 01.10/2004 tentang peningkatan status “Program Studi” Teknologi Pertanian menjadi “Fakultas” Teknologi Pertanian. Melalui SK ini Teknologi Pertanian Unud baru secara resmi diakui statusnya oleh Dikti dan dapat memiliki struktural seperti fakultas umumnya, dipimpin oleh seorang Dekan dengan 3 Pembantu Dekan. Dalam pandangan saya pada tahap ini Teknologi Pertania Unud, secara de yure telah diakui keberadaannya.

Bila dibandingkan dengan negara kita, pembacaan proklamasi kemerdekaan telah dilakukan oleh Bung Karno (atas nama bangsa Indonesia) pada tanggal 17 Agustus 1945 (de facto) namun keesokannya  oleh KNIP baru kemudian melantik Sukarno sebagai Presiden RI dan Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden (de yure) dan selanjutnya pada 18 November 1946, Indonesia baru  mendapat pengakuan dari negara lain yaitu Mesir.

Jadi, menurut saya perayaan HUT ke-31 pada 1 Juli tiap tahunnya adalah hal yang tepat, adakah dari kamu yang berpendapat lain? Adakah yang berpendapat kita harusnya merayakan HUT ke-11 saja pada tanggal 7 Oktober? Atau pendapat lainnya? Tuliskan dikolom komentar. Trimakasih.

------
Sumber data: file berjudul pendahuluan-buku 25th FTP dan diskusi bersama Ibu A.A.I. Sri Wiadnyani, S.TP., M.Sc selaku Ketua Umum HUT 31 dan BK 21 FTP Unud.

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih telah berkunjung. Semoga hari anda menyenangkan. Salam hangat,